Pada hari Minggu, 29 Januari 2006, tepat saat tahun baru Imlek, saya dan keluarga bertandang ke Bandung. Tidak ada kaitannya dengan tahun baru teman-teman Tionghoa tersebut. Di tol Purbaleunyi yang mulai langganan bermasalah, pagi itu masih boleh dilalui kendaraan pribadi, meskipun retakan badan jalan telah terlihat. Bandung diguyur hujan silih berganti, berhenti dan mulai lagi.

Saat singgah di Cibaduyut dan menunggui isteri mencari barang-barang yang diinginkan, seorang penjaja kerajinan senjata tradisional yang terbuat dari bambu datang menawarkan dagangannya. Hanya dua jenis: (1) perangkat sumpit, dan (2) perangkat panahan yang lengkap dengan busur dan anak panahnya.
Read the rest of this entry »

TELEVISI tidak lagi menjadi tumpuan ketakjuban sebagai sebuah hasil kemajuan teknologi. Televisi adalah medium transmisi audio-visual yang sangat lumrah. Dalam fact book yang membentangkan data dasar suatu negara, jumlah kepemilikian televisi adalah salah satu indikator yang penting. Bagi sebuah negara berkembang, statistik sebarapa banyak televisi dimiliki rakyat bangsa itu secara kolektif adalah faktor yang mengukur kemajuan negara tersebut.
Read the rest of this entry »

SEBAGAI sebuah pekerjaan rakyat jelata, adakah hubungan antara tukang cukur atau tukang pangkas dengan kekuasaan?

Hernando Tellez, seorang pengarang asal Colombia,  dalam sebuah cerpennya “Just Later, That’s All” (Espuma ye nada mas), bercerita tentang peristiwa potong rambut yang dramatis seorang pemimpin militer, Kapten Torress, yang otoriter dan dimusuhi rakyat. Si tukang cukur yang berjiwa revolusioner, saat memegang pisau cukurnya yang tajam mengkilat dihadapkan pada sebuah ujian batin yang intens; sebuah dorongan kuat untuk dengan ringkas menyayatkan bilah tajam pisaunya ke urat leher pemimpin yang dibenci itu. Read the rest of this entry »

Dulu, waktu mahasiswa, ada seorang anak laki-laki kecil kelas 5 atau 6 SD yang memandang saya dengan ekspresi agak kagum. Bukan karena apa-apa, tetapi karena saya memakai kacamata.

“Bang, abang pasti orang pintar, ya?”

“Kok? Maksudnya bagiamana?” tanya saya.

“Abang kan pakai kacamata!” Saya masih belum maklum benar.

“Orang pakai kacamata kan pintar?”

 

Read the rest of this entry »

Kedua tangan yang kita miliki masing-masing memiliki lima jari. Namun, dari kesepuluh jari yang ada, cukup banyak simbol yang dapat dihasilkan, bahkan amsal yang dapat dijadikan perbandingan.

KH Toto Tasmara dalam ceramah Pesantren Kilat (yang diberikannya di Los Angeles) menyusun kedua tangan berdempetan dengan melipatkan jari tengah. Lalu digerak-gerakkanlah kedua ibu jari saling beradu sedangkan pasangan jari-jari lain diam di tempat; lalu giliran jari telunjuk; kemudian kelingking. Semua mudah dilakukan. Namun, ketika yang digerak-gerakkan pasangan jari manis, ternyata tidak mudah atau bahkan tidak bisa. Read the rest of this entry »

Pesta Blogger Indonesia 2007 di Jakarta, 27 Oktober lalu betul-betul mendapat sambutan luas. Saya tidak hadir karena alasan posisi geografis saja, jauh dari tanah air. Diundang atau tidak, kalau saya di Jakarta, tentu akan mengusahakan hadir.

Ini event kongkrit yang penting, justru bagi masyarakat virtual yang menyuarakan kata-katanya melalui media internet. Blogging ternyata sangat mengemuka di kalangan generasi kontemporer kita. Dari daftar yang saya baca, hampir 300 blogger kita hadir tak kenal usia (baik usia blogging maupun usia sesungguhnya).

Dari catatan termuat ada Wimar Witoelar, Budi Putra, tentu juga Enda Nasution yang jadi seksi sibuk, dan berbagai lainnya. Termasuk juga dari anggota Indonesian Muslim Bloggers dan yang berbasis multiply.com. Jelas perhelatan ini membuat iri (positif) bagi mereka yang jauh.

Read the rest of this entry »

Selamat datang di "Kolom-kolom Agusti Anwar" [di wordpress.com]. Semoga tulisan yang dimuat di sini dapat memberi manfaat. Selamat membaca.

Kategori

 

November 2009
M T W T F S S
« Nov    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 2,965 hits