Pada hari Minggu, 29 Januari 2006, tepat saat tahun baru Imlek, saya dan keluarga bertandang ke Bandung. Tidak ada kaitannya dengan tahun baru teman-teman Tionghoa tersebut. Di tol Purbaleunyi yang mulai langganan bermasalah, pagi itu masih boleh dilalui kendaraan pribadi, meskipun retakan badan jalan telah terlihat. Bandung diguyur hujan silih berganti, berhenti dan mulai lagi.
Saat singgah di Cibaduyut dan menunggui isteri mencari barang-barang yang diinginkan, seorang penjaja kerajinan senjata tradisional yang terbuat dari bambu datang menawarkan dagangannya. Hanya dua jenis: (1) perangkat sumpit, dan (2) perangkat panahan yang lengkap dengan busur dan anak panahnya.
Read the rest of this entry »



Recent Comments