You are currently browsing the category archive for the 'Hidup' category.

Bagaimana pengalaman anda menyetir mobil di negara lain?

Kalau menurut putri kecil saya, Alya, yang berusia 3 tahun, menyetir itu gampang. Kalau sudah besar, ia akan menyetirkan bunda belanja atau ayah beli DVD. Beli DVD? Ini memang tidak terlalu relevan; cuma karena ia tahu saya senang nonton film. Yang relevan justru soal menyetirkan itu.

Memangnya adek bisa bawa mobil?

“Bisa. Adek masukin kuncinya, baca bismillah, jalan deh…..”

Read the rest of this entry »

Bersama waktu, tiba-tiba semua kita bisa merasa menjadi terlalu letih, terlalu penuh sesak, seakan tidak ada lagi yang kosong. Segalanya terasa membebani, apa yang sudah ada di dalam seakan tak kuat lagi menerima apa pun lainnya. Mungkin sekali kita bahkan tidak tahu persis hal-hal apa sajakah itu yang memmenuhi dan membuat sistem diri kita menjadi terlalu berat dan lambat. Mungkin saja ada jutaan hal kecil yang hampir tidak bermakna, tetapi hadir sebagai beban yang memenuhkan rongga. Read the rest of this entry »

Ironi bisa terjadi serta merta, tanpa niat apa-apa.

Beberapa waktu lalu, seorang perempuan muda di awal 20-an yang menenteng tas tangan dan headphone MP3 yang menempel di kedua telinga, naik ke dalam bis dan duduk tepat berhadap-hadapan dengan saya. Ia beringsut mematut posisi duduk di kursi bis kota, dengan wajah acuh, musik melantun di telinga. Tak ada yang istimewa, kecuali bahwa ia memang gemuk sekali. Postur yang lazim terlihat di negeri Paman Sam ini. Read the rest of this entry »

Pada hari Minggu, 29 Januari 2006, tepat saat tahun baru Imlek, saya dan keluarga bertandang ke Bandung. Tidak ada kaitannya dengan tahun baru teman-teman Tionghoa tersebut. Di tol Purbaleunyi yang mulai langganan bermasalah, pagi itu masih boleh dilalui kendaraan pribadi, meskipun retakan badan jalan telah terlihat. Bandung diguyur hujan silih berganti, berhenti dan mulai lagi.

Saat singgah di Cibaduyut dan menunggui isteri mencari barang-barang yang diinginkan, seorang penjaja kerajinan senjata tradisional yang terbuat dari bambu datang menawarkan dagangannya. Hanya dua jenis: (1) perangkat sumpit, dan (2) perangkat panahan yang lengkap dengan busur dan anak panahnya.
Read the rest of this entry »

Dulu, waktu mahasiswa, ada seorang anak laki-laki kecil kelas 5 atau 6 SD yang memandang saya dengan ekspresi agak kagum. Bukan karena apa-apa, tetapi karena saya memakai kacamata.

“Bang, abang pasti orang pintar, ya?”

“Kok? Maksudnya bagiamana?” tanya saya.

“Abang kan pakai kacamata!” Saya masih belum maklum benar.

“Orang pakai kacamata kan pintar?”

 

Read the rest of this entry »

Kedua tangan yang kita miliki masing-masing memiliki lima jari. Namun, dari kesepuluh jari yang ada, cukup banyak simbol yang dapat dihasilkan, bahkan amsal yang dapat dijadikan perbandingan.

KH Toto Tasmara dalam ceramah Pesantren Kilat (yang diberikannya di Los Angeles) menyusun kedua tangan berdempetan dengan melipatkan jari tengah. Lalu digerak-gerakkanlah kedua ibu jari saling beradu sedangkan pasangan jari-jari lain diam di tempat; lalu giliran jari telunjuk; kemudian kelingking. Semua mudah dilakukan. Namun, ketika yang digerak-gerakkan pasangan jari manis, ternyata tidak mudah atau bahkan tidak bisa. Read the rest of this entry »

Selamat datang di "Kolom-kolom Agusti Anwar" [di wordpress.com]. Semoga tulisan yang dimuat di sini dapat memberi manfaat. Selamat membaca.

Kategori

 

December 2009
M T W T F S S
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 3,043 hits