Anda senang komik? Saya dan anak-anak senang. Yang jelas, belakangan ini kami sedang gandrung komik Bone buah karyanya Jeff Smith. Setahu saya, komik Bone ini telah pula diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan telah diterbitkan berseri. Entah sudah seri ke berapa sekarang?
Ceritanya begini. Waktu berkunjung ke Barnes & Noble dekat rumah, kebetulan serial komik Bone-nya Jeff Smith juga dipamerkan. Waktu saya bolak-balik, kelihatannya menarik dan bisa untuk anak-anak. Apalagi, dengan penerbit Scholastic yang memang unggul di lini penerbitan buku anak-anak dan buku sekolah. Lalu, saya bawa pulang seri pertamanya, “Out from Boneville”.
Saya pun membacanya—mula-mula sekedar untuk menyeleksi kandungan lengkapnya, cocok tidak buat anak. Ternyata, setelah sampai ke tangan Aisya, buku itu terbukti meninggalkan rasa suka. Seperti serial bersambung lainnya, jika anda suka, maka akan penasaran. Mana seri berikutnya?
Serial Bone ini menarik karena sederhana dan lucu. Ia cukup unik, karena ia merupakan sebuah novel grafis dalam sembilan seri yang setting ceritanya dinilai punya pola a la Lord of the Ring-nya Tolkien. Seperti LOTR, Bone mempunyai format dunia yang tersendiri, lengkap dengan makhluk-makhluk dan lingkungan alamnya yang khas.
Dalam seri Bone ini tokoh utamanya adalah keluarga Bone asal Boneville, yang terdiri dari Fone Bone yang baik hati, Phoney Bone yang selalu mencari kesempatan dalam kesempitan dan Smiley Bone si perokok yang tidak pernah berhati susah.
Tokoh sentral lainnya adalah Thorn Harverstar sang puteri, nenek Ben, Lucius, Ted si serangga dan sang naga merah. Karena semua kisah selalu ada teman dan lawan, dari rombongan di seberang ada Lord of the Locus yang sangat misterius, the Hooded One yang selalu berkedok, Kingdok pimpinan makhluk tikus (rat creatures) dan lainnya. Dari kalangan tokoh buruknya ini tentu yang paling lucu dan suka membuat kita terpingkal-pingkal adalah dua makhluk rat creatures yang namanya pun cukup Stupid, Stupid Rat Creatures.
Komiknya Jeff Smith ini terbukti cepat menawan hati pembaca. Ia unggul membawa suasana tegang dan lucu dengan tempo yang pas dan enak. Yang lebih menarik lagi adalah bahwa serial Bone-nya Jeff Smith ini berasal dari komik independen yang semula berbasis self-publishing. Jadi, siapa bilang penerbit indie tidak bisa sukses besar?
Seperti ditulis di Wiki, seluruh buku Bone sebetulnya hanya terdiri dari sembilan bagian, namun karena diterbitkan sendiri (self publishing), ia mula-mula hadir dalam 55 jilid yang waktu munculnya tidak beraturan. Itu pun dalam tenggang waktu yang cukup panjang, dari tahun 1991-2004.
Hanya saja, sebuah karya bagus, bagaimana pun jalannya, pasti akan mengena di hati penggemar. Cepat atau lambat, ia berkembang dan mendapat basis. Demikian pula serial Bone ini. Bukan saja Bone telah mendapat sederetan panjang penghargaan, sekarang sedikitnya ia pun telah diterjemahkan ke dalam 15 16 bahasa asing,. Belum jelas bagi saya, apakah itu sudah termasuk bahasa Indonesia.
Bone seri hitam putih dengan gambar dan cerita oleh Jeff Smith terbit lebih duluan dalam satu edisi dengan ketebalan lebih dari 1300 halaman, namun edisi berwarna yang dalam 9 buku justru mendapat sambutan hangat. Untuk edisi berwarna ini, Steve Hamaker yang menjadi juru warna. Saat ini, seri ke-7, Ghost Circle, masih ditunggu peluncurannya. Setelah itu tentunya dua seri terakhir, Treasures Hunters dan Crown of Horns.
Bone sepertinya sudah ditakdirkan untuk digemari. Seperti ditulis di website resminya Bone, The History of Bone and Jeff Smith, komik lucu ini demikian dicari anak-anak sehingga para pustakawan heboh mencari dan mendapatkannya untuk koleksi perpustakaan. Dikatakan, ini adalah novel grafis yang paling banyak dicari di perpustakaan.
LA, Okt/Nov 07

No comments yet
Comments feed for this article