Pesta Blogger Indonesia 2007 di Jakarta, 27 Oktober lalu betul-betul mendapat sambutan luas. Saya tidak hadir karena alasan posisi geografis saja, jauh dari tanah air. Diundang atau tidak, kalau saya di Jakarta, tentu akan mengusahakan hadir.

Ini event kongkrit yang penting, justru bagi masyarakat virtual yang menyuarakan kata-katanya melalui media internet. Blogging ternyata sangat mengemuka di kalangan generasi kontemporer kita. Dari daftar yang saya baca, hampir 300 blogger kita hadir tak kenal usia (baik usia blogging maupun usia sesungguhnya).

Dari catatan termuat ada Wimar Witoelar, Budi Putra, tentu juga Enda Nasution yang jadi seksi sibuk, dan berbagai lainnya. Termasuk juga dari anggota Indonesian Muslim Bloggers dan yang berbasis multiply.com. Jelas perhelatan ini membuat iri (positif) bagi mereka yang jauh.

Acara yang dihadiri oleh Menkoinfo Muhammad Nuh itu pun dijadikan patokan sebagai hari blogger Indonesia. Luar biasa. Kebetulan tanggalnya pun hanya berselisih satu hari dari Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober. Kiranya semangatnya untuk maju, semangat generasi yang amat perlu itu, menjadi penanda suara blogger kita itu.

Dari jauh, saya memperhatikan semaraknya catatan para blogger yang hadir. [Lihat juga catatan Kang Bayu yang cukup lengkap]. Memang terasa meriah. Ndoro Kakungnya Pecas Ndahe membagi catatan mereka itu ke dalam kedua kelompok usia, 35 plus atau minus. Ternyata, menurutnya, perbedaan usia itu membawa nuansa mereka yang masih merasa belum puas atas kekurangan ini dan itu; dan mereka yang justru hadir saja sudah sangat gembira.

Usia 35 memang bukan patokan penting. Tetapi, saya yang menyimak dari jauh dan berada dalam kelompok 35+, mencukupkan diri dengan kesimpulan bahwa inisiatif pertemuan para blogger kita ini penting nilainya dan besar potensinya.

Saya memang melihat bahwa ini pertemuan pertama yang lebih bertugas sebagai pembentuk trend (trend setter). Panitia tentu masih mencari bentuk, bahkan dalam soal mekanisme siapa yang diundang siapa yang tidak. Kategori blog yang diperlombakan pun terasa tidak final, apalagi peserta yang masuk nominasi.

Tetapi, semua itu saya kira hanyalah sisi-sisi yang ke depan dapat menjadi masukan. Yang luar biasa adalah bahwa perhelatan itu sendiri betul-betul bisa terlaksana.

Saya kira, sepantasnya kita mengucapkan selamat kepada seluruh blogger Indonesia, di mana pun berada. Pada tanggal 27 Oktober lalu, sebuah hari penanda telah dicanangkan.

Bagi saya, itu hari penanda blogging sebagai kekuatan perubahan dan pencerahan di negeri kita.

LA, 29/10/07

Lihat entri lain terkait: I Blog—But Why